pakaian islami

18 Pakaian Islami dari Seluruh Dunia

Pakaian Islami -fungsi dari pakaian, yaitu sebagai penutup aurat dan juga untuk merias diri. Dalam ajaran Islam mengandung didikan moral yang sangat tinggi. Dalam masalah aurat saja, Islam sudah menetapkan bahwa aurat laki-laki yaitu antara pusar sampai kedua lutut dan bagi perempuan ialah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

pakaian islami

Mengenai model pakaian sendiri, Islam tidak memberi batasan-batasan, karena hal tersebut berkaitan dengan budaya setempat. Maka dari itu, kita diperkenankan mengenakan pakaian dengan model apapun, selama pakaian itu masih memenuhi persyaratan sebagai penutup aurat.

Pakaian merupakan penutup tubuh dimana untuk memberikan perlindungan dari bahaya asusila, selain itu memberikan perlindungan dari sengatan matahari dan juga dari terpaan hujan, pakaian bisa juga sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri seseorang, dan sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang.

Pada zaman dahulu, pakaian yang sopan merupakan pakaian yang menutup aurat, dan juga memiliki kelonggar an yang cukup sehingga tidak memberikan gambaran bentuk tubuh seseorang terutama bagi kaum wanita. Sekarang ini orang-orang sudah menyebut baju sepertihalnya itu telah dibilang tidak mengikuti model jaman sekarang atau tidak modis.

Maka Timbul pakaian you can see, tank top, dan lain sebagainya. Uniknya lagi, semakin pendek bahan yang digunakan dan semakin ketat sebuah pakaian tersebut yang terjadi pakaian tersebut semakin mahal pakaian Harganya.

Ada seseorang yang berkata, “Anak sekarang bajunya kayak baju yang dipakai anak kecil, pantesan saya nyari baju anak agak susah, soalnya berebut ama orang dewasa.” Memang tak salah dia berkata seperti itu, toh, itu memang kenyataan. Padahal apabila kita tidak dapat menjaga aurat kita, kita akan kerepotan sendiri. Sangat tidak mungkin kita akan mengumbar-umbar aurat di depan orang banyak, apabila hal tersebut dilakukan, maka kita dapatdisebut gila.

Baca Juga : Download Template Desain Kaos Islam

Anehnya lagi, saat ini banyak sekali kaum wanita terutama muslimah yang belomba-lomba untuk menggunakan pakaian yang katanya modis. Pakaian itu sebenarnya tidak layak dipakai namun seiring perkembangan waktu, fungsi pakaian sudah berubah menjadi untuk memikat lawan jenis, sehingga semakin terpikat lawan jenis, semakin banyak pula kasus tindakan asusila yang sering kita baca di media cetak.

Tidakkah para mukminin dan mukminat telah diperintahkan oleh Allah di dalam kitab nan suci, al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 26

Artinya: Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf : 26)

Atau Q.S. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya :

Artinya: Hai para Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 29)

Namun mengapa hanya kaum wanita saja yang dibahas? Ya, karena wanita merupakan manusia yang paling dijaga harga dirinya oleh Allah Ta’ala. Sudah dijaga kok masih tidak bersyukur?

Coba pikir ilang, sangat sayangnya Allah Ta’ala kepada perempuan, Allah Yang Maha Penyayang hingga membahas hal-hal sedetail itu. Maka dari itu marilah kita sama-sama menjaga harga diri wanita muslimah kita demi tercapainya masa depan yang cerah.

b. Adab Berpakaian

pakaian islami

Agama islam melarang umatnya untuk  mengenakan pakaian yang terlalu tipis atau ketat sehingga membentuk tubuhnya yang asli. Kendati pun fungsi utamapakian yang sebagai penutup aurat sudah dipenuhi, akan tetapi jika pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal tersebut jelas dilarang oleh Islam.

Demikian juga ketika pakaian dibuat terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menimbulkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang dibuat tipis akan menimbulkan warna kulit pemakainya. Kedua cara itu dilarang oleh Agama Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

صِنْقَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِ لَمْ اَرَهُمَا قَوْمٌ سِيَاطٌ كَا الاَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ . وَ نِسَاءٌ كَا سِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ رَؤَوْسَهُنَّ كَأَشْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلاَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَ لاَ يَخِذْ نَ رِيْحَهَا لَيُوْخَذُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذاً وَ كَذاً (رواه مسلم)

Artinya: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)

Ada dua maksud yang menjadi kesimpulan pada hadits ini, yaitu sebagai berikut:

1. Maksud kaum yang membawa cambuk seperti halnya seekor sapi yakni wanita yang suka memakai rambut sambungan dengan tujuan agar rambutnya nampak banyak dan panjang sebagaimana wanita lainnya. Selanjutnya yang dimaksud rambutnya seperti punuk unta yakni sebutan bagi perempuan yang suka menyanggul rambutnya. Kedua macam cara itu termasuk perkara yang tecela dalam Islam

2. Mereka bisa dikatakan mengenakan pakaian karena memang mereka menempelkan pakaian pada tubuhnya, namun pakaian itu tidak berfungsi sebagai penutup aurat. Maka dari itu, mereka dikatakan telanjang. Pada zaman seperti sekarang, amat banyak manusia khususnya wanita yang memakai pakaian yang amat tipis sehingga warna kulitnya nampak jelas dari luar.

Sementara itu banyak pula wanita yang menggunakan pakaian yang relatif tebal, akan tetapi karena sangat ketat sehinga bentuk lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas oleh orang lain. Kedua cara berpakaian seperti itu (terlampau tipis dan ketat) termasuk perkara yang dilarang dalam Islam.

Baca Juga : Baju Super Hero Dari Masa ke Masa

Ciri-ciri pakaian wanita Islam di luar rumah

pakaian islami

* Harus menutup aurat sebagaimana yang dikehendaki syariat.
* Tidak terlalu tipis sehingga kelihatan bayang-bayang tubuh badan dari luar.
* Harus longgar dan enak dipakai sehingga mencegah timbulnya fitnah
* Warna pakaian sebaiknya berwarna gelap seperti hitam, kelabu asap atau perang.
* Tidak dipakai dengan bau-bauan yang harum
* Tidak meniru atau menyerupai laki-laki
* Tidak menyerupai pakaian wanita kafir dan musyrik.
* Tujuan mengenakan pakaian bukan untuk bermegah-megah, menunjuk-nunjuk atau berhias-hias.

c. Kaum Lelaki Dilarang Memakai Cincin Emas dan Pakaian Sutra

pakaian islami

Dalam hal tersebut, cincin emas dan pakaian sutra yang digunakan oleh kaum lelaki, Khalifah Ali r.a pernah berkata:

نَهَاتِى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَنِ التَّخَتُمِ بِالذَّهَبِ وَ عَنْ لِبَاسِ الْقَسِّى وَ عَنْ لِبَاسِ الْمُعَصْفَرِ (رواه الطبرانى)

Artinya: “ Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan ashfar.” (HR Thabrani)

Yang dimaksud dengan ashfar yakni semacam wenter berwarna kuning yang kebanyakan dipakai oleh wanita kafir pada zaman itu. Ibnu umar meriwayatkan sebagai berikut:

رَأَى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ فَقَالَ : اِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

Artinya: “Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengn ashfar maka sabda beliau: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai.”

Larangan untuk laki-laki mengunakan cincin emas dan pakaian dari sutra ialah suatu didikan moral yang sangat tinggi. Allah Ta’ala sudah menciptakan kaum lelaki yang mempunyai naluri berbeda dengan perempuan, mempunyai susunan tubuh yang berbeda dengan tubuh perempuan.

Laki-laki mempunyai naluri untuk melindungi kaum wanita yang relatif lemah kondisi fisiknya. Oleh karena itu, sangat tidak layak jika laki-laki meniru tingkah laku wanita yang suka berhias dan berpakaian indah dan suka dimanja. Dari segi sisi lain, larangan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap sikap hidup bermewah-mewahan, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Contoh Model Pakaian Islami

Berikut ini adalah beberapa contoh model pakaian islami yang dipakai oleh para muslimah.

pakaian islami pakaian islami pakaian islami pakaian islami pakaian islami pakaian islami

Leave a Comment